WELCOME in My BloG
PeAcE AnD LoVe
FoR YoU
Health Humor Sex Spiritual TIPS
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Bebek-Bebek Tetangga


"Kasihilah Tetanggamu"(Matius 19:19-Today's English Version )
Saya menghabiskan sebagian hidup di sebuah areal pertanian. Sebagai seorang anak, saya bertumbuh di sebuah areal pertanian yang luar biasa seluas 64 hektar yang dikelilingi bukit dan ada sebuah sungai yang penuh dengan ikan. Dan sepanjang kehidupan pernikahan saya dengan suami, Marvin, kami tinggal di sebuah rumah kecil yang kami cintai.
Ketika anak kami masih kecil, ada sebuah tren dimana sejumlah orang kota membeli sebuah areal pertanian kecil dan memelihara beberapa hewan.  Ini sering disebut sebagai "back to nature", namun kebanyakan dari mereka tidak tahu bahwa memelihara hewan harus dijagai setiap hari selama dua puluh empat jam.
Salah satu tetangga baru kami membeli beberapa bebek. Bebek-bebek itu terlihat sangat lucu, namun mereka dibiarkan berkeliaran keluar dari pekarangan mereka dan masuk ke pekarangan tetangga, termasuk ke pekarangan kami. Ladang ketimun kami adalah salah satu tempat kesenangan mereka untuk mencari makan. Seringkali kami harus mengusir mereka dan berheran mengapa tidak ada pagar yang menjaga mereka untuk tetap di kandang mereka.
Suatu hari saya melihat tetangga saya sedang berada di pekarangannya dan saya bertanya apakah dia menyadari bahwa bebek-bebeknya telah merusak ladang kami. Tapi dia hanya mengangkat bahunya dan berkata bahwa bebek-bebek itu bukan miliknya melainkan milik suaminya yang sedang bepergian. Saat itu saya menunjukan sikap dan respon yang kurang baik.
Ketika kami menyadari bahwa tetangga kami tidak memiliki rencana untuk membangun kandang untuk menjaga bebek mereka maka anak kami membuat pagar untuk melindungi pekarangan kami. Sekarang bebek-bebek itu tetap berada di pekarangan mereka. Setelah itu saya tidak mau melihat tetanggaku lagi selama sebulan. Selang beberapa waktu, sikap saya tidak berubah.
Suatu hari sekelompok wanita gereja meminta saya untuk berbicara dalam pertemuan ibu dan anak yang mengambil tema ‘Kasih'. Saya sangat kecewa karena orang yang pertama saya lihat ketika masuk ke dalam gereja itu adalah tetangga saya. Bisa dibayangkan pergumulan mulai terjadi dalam diri saya. Saya tahu saya tidak mungkin dapat berbicara tentang kasih kepada wanita ini dan anaknya ketika saya sendiri tidak memiliki kesabaran terhadap wanita itu.
Jadi dengan pertolongan Tuhan, saya berjalan mendapatkan wanita tersebut dan meminta maaf kepadanya untuk sikap saya yang salah. Saya seharusnya sudah melakukannya bulan lalu. Wanita itu ternyata sangat ramah dan mau memaafkan saya. Akhirnya saya dapat berbicara dalam pertemuan tersebut dengan hati nurani yang tidak tertuduh.
Apakah Anda mempunyai seseorang yang seperti itu dalam hidup Anda ?  Ijinkan saya mendorong Anda, jika semuanya sepertinya mustahil untuk memulihkan suasana. Mintalah kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan untuk melakukannya. Dikisahkan oleh Katherine Kehler.


Sumber: thoughts about god.com


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!


Saya sudah berdoa dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi

Rabu, 27 Januari 2010

Hidup Itu adalah Pilihan

Saya Ada sebuah cerita..

Pada suatu hari bertemu seorang bijak dengan seorang anak muda.

Seorang anak muda ingin menguji seberapa bijaknya orang tersebut.

Anak muda tersebut mengambil seekor burung, lalu di simpan nya dibelakang tubuh anak muda tersebut.

Anak muda tersebut memberitahu kepada orang bijak.

Dibelakang ku ada seekor burung dan aq ingin km sebagai orang yg bijak menjawab pertanyaan ku ini.

"Apakah burung yg aq pegang ini hidup atau mati..?"

Apabila km memang bijak, maka km pasti dapat mengetahui dan menjawab pertanyaanku tersebut.

(Apa yg akan kita jawab apabila pertanyaan tersebut tertuju kepada kita..?)

Jawaban orang bijak tersebut :
"HIDUP dan MATI nya burung itu ada di tangan mu."
Apabila saya menjawab burung itu 'HIDUP' maka akan kau cekik burung itu sehingga 'MATI'.
Dan apabila saya menjawab burung itu 'MATI' maka km biarkan burung itu tetap 'HIDUP'.

Maksud dr cerita diatas tersebut tertuju kepada kita sebagai anak muda.

Hidup kita adalah pilihan kita sendiri. Tuhan Yesus memberikan kita akal budi dan nafas kehidupan nya melebihi makhluk hidup lainnya.
Disini Tuhan memberikan kita 2 pilihan untuk memilih.

1. Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Jika kita percaya, seperti Yg telah kita ketahui apabila kita hidup dan percaya kepada Dia, maka kita akan memperoleh Damai Sejahtera, SukaCita, Keselamatan, Kehidupan yg Kekal bersama Dia dan byk janji-Nya yg tidak bs saya jabarin satu persatu.


2. Percaya kepada yg lain-Nya.

Seperti yg telah kita ketahui apabila kita percaya di Luar Tuhan Yesus Kristus maka Damai Sejahtera dan Sukacita tidak kita dapatkan melainkan Kehancuran, Keserakahan, Kesukaran dan kecemasan akan datang pada kita.

Jika kita sebagai orang bijak..
Manakah yg akan kita pilih..?

Pilihan mu itulah yg menentukan masa depan mu.
Dan jangan lagi kita menyalahkan Tuhan atas masalah yg telah terjadi pada kita.

Nb : "Semoga cerita dan masukkan yg aq berikan ini dapat menjadi berkat buat kalian.."

Kehidupan Sang Elang

Untuk melakukan transformasi, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk membuat sarang ditepi jurang. Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tsb terlepas dr mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.
Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar2nya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yg panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian bulu2 elang yg baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar barunya.
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita jg harus melakukan suatu keputusan yg sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yg mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yg menyenangkan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yg lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal2 yg baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dgn penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak didalam diri sendiri. Dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa melewati halangan itu. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang2 itu. Perubahan akan terjadi. Maka itu, kita harus berubah!

Jejak-Jejak Kaki

Suatu malam seorang pria bermimpi, ia bermimpi berjalan menyisir pantai bersama Tuhan.
Di cakrawala terhampar adegan kehidupannya.
Pada tiap2 adegan, ia melihat dua pasang jejak kaki di pasir.
Sepasang jejak kakinya dan sepasang lg jejak kaki Tuhan.

Setelah adegan akhir kehidupan terhampar, ia menoleh kebelakang melihat jejak2 kaki dipasir.
Ia melihat bahwa sering kali dalam kehidupannya hanya ada sepasang jejak kaki.
Ia jg melihat bahwa saat tersebut merupakan saat2 paling mencekam dan menyedihkan dalam hidupnya.

Hal itu sungguh mengherankannya dan ia bertanya kepada Tuhan tentang hal tersebut.
"Tuhan, Engkau mengatakan bahwa sekali aq memutuskan untuk mengikut-Mu, Engkau akan selalu berjalan bersamaku. Tetapi, aq melihat bahwa pada saat2 paling susah dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki. Aq tidak mengerti mengapa saat aq membutuhkan-Mu, Engkau justru meninggalkan aq."

Tuhan menjawab,"Anak-Ku engkau sangat berharga di mata-Ku, Aq mengasihimu dan Aq tidak akan meninggalkanmu. Sewaktu engkau dalam bahaya dan penderitaan, engkau hanya melihat sepasang jejak kaki, karena waktu itu aq menggendongmu."


"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu."
Yesaya 46:4a