Suatu malam seorang pria bermimpi, ia bermimpi berjalan menyisir pantai bersama Tuhan.
Di cakrawala terhampar adegan kehidupannya.
Pada tiap2 adegan, ia melihat dua pasang jejak kaki di pasir.
Sepasang jejak kakinya dan sepasang lg jejak kaki Tuhan.
Setelah adegan akhir kehidupan terhampar, ia menoleh kebelakang melihat jejak2 kaki dipasir.
Ia melihat bahwa sering kali dalam kehidupannya hanya ada sepasang jejak kaki.
Ia jg melihat bahwa saat tersebut merupakan saat2 paling mencekam dan menyedihkan dalam hidupnya.
Hal itu sungguh mengherankannya dan ia bertanya kepada Tuhan tentang hal tersebut.
"Tuhan, Engkau mengatakan bahwa sekali aq memutuskan untuk mengikut-Mu, Engkau akan selalu berjalan bersamaku. Tetapi, aq melihat bahwa pada saat2 paling susah dalam hidupku, hanya ada sepasang jejak kaki. Aq tidak mengerti mengapa saat aq membutuhkan-Mu, Engkau justru meninggalkan aq."
Tuhan menjawab,"Anak-Ku engkau sangat berharga di mata-Ku, Aq mengasihimu dan Aq tidak akan meninggalkanmu. Sewaktu engkau dalam bahaya dan penderitaan, engkau hanya melihat sepasang jejak kaki, karena waktu itu aq menggendongmu."
"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu."
Yesaya 46:4a
Rabu, 27 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar